STUDI KEPERCAYAAN MASYARAKAT JATIGEDE

Abstrak Masyarakat Jatigede berada di wilayah administrasi Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat. Istilah “masyarakat Jatigede”  merupakan gabungan masyarakat 5 kecamatan yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede. Nama Jatigede diambil dari salah satu kecamatan dari kelima kecamatan yang terk...

Full description

Bibliographic Details
Main Author: Yuzar Purnama
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2014-06-01
Series:Patanjala: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya
Subjects:
Online Access:http://ejurnalpatanjala.kemdikbud.go.id/patanjala/index.php/patanjala/article/view/197
id doaj-f1d83a80985a4df7a4170b3d630779fd
record_format Article
spelling doaj-f1d83a80985a4df7a4170b3d630779fd2020-11-25T03:23:25ZindBalai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat, Kementerian Pendidikan dan KebudayaanPatanjala: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya2085-99372598-12422014-06-016223925210.30959/ptj.v6i2.197157STUDI KEPERCAYAAN MASYARAKAT JATIGEDEYuzar Purnama0Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) BandungAbstrak Masyarakat Jatigede berada di wilayah administrasi Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat. Istilah “masyarakat Jatigede”  merupakan gabungan masyarakat 5 kecamatan yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede. Nama Jatigede diambil dari salah satu kecamatan dari kelima kecamatan yang terkena dampak. Wilayah ini berada di bawah perbukitan dengan bentuk permukaan yang cekung sehingga memenuhi syarat untuk dijadikan sebuah bendungan raksasa, waduk. Oleh karena posisinya berada di bawah  dengan permukaan yang cukup luas, daerah ini terkenal dengan kesuburannya, baik ditumbuhi dengan berbagai macam tumbuhan tropis maupun dengan tanaman padi yang hijau membentang luas.  Masyarakat Jatigede merupakan  masyarakat agraris yang kesehariannya dominan berkecimpung dalam pertanian, masyarakat ini dalam kehidupan sehari-harinya kental dengan budaya Sunda. Masyarakatnya sejak dulu sampai kini relatif memegang teguh warisan budaya karuhun (leluhur), mulai dari perilaku bertani, daur hidup, kesenian, perilaku berbahasa, dan sebagainya. Penelitian ini dibatasi pada kepercayaan masyarakat Jatigede yang tertuang dalam upacara pertanian, upacara daur hidup, dan ungkapan tradisional. Tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran tentang kepercayaan masyarakat Jatigede Kabupaten Sumedang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.   Abstract The Jatigede society is located under the administration region of Sumedang sub district West Java Province.  The term “Jatigede Society” is a combination of five sub districts which is affected by Waduk Jatigede.  The name of Jatigede is taken from one of the subdistrict name.  The territory is under the valley which have concave surface form and make it eligible to be used as a giant dam, reservoir.  Because of its position, the area is famous for its fertility, either overgrown with a variety of tropical plants or with stretches of green rice plants widely.  Jatigede community is predominantly agrarian society, daily engaged in agriculture, and their life is thick with Sundanese culture. Relatively, since the beginning until now this society upholds cultural heritage (ancestors), ranging from farming behavior, life cycle, arts, language behavior, and so on. This study is limited to Jatigede belief which formed in agricultural ceremonies, life cycle ceremonies, and traditional expressions. The purpose of the study is to get an overview of Jatigede Sumedang belief. This study uses descriptive qualitative approach.http://ejurnalpatanjala.kemdikbud.go.id/patanjala/index.php/patanjala/article/view/197kepercayaan, masyarakat jatigede, belief, jatigede society.
collection DOAJ
language Indonesian
format Article
sources DOAJ
author Yuzar Purnama
spellingShingle Yuzar Purnama
STUDI KEPERCAYAAN MASYARAKAT JATIGEDE
Patanjala: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya
kepercayaan, masyarakat jatigede, belief, jatigede society.
author_facet Yuzar Purnama
author_sort Yuzar Purnama
title STUDI KEPERCAYAAN MASYARAKAT JATIGEDE
title_short STUDI KEPERCAYAAN MASYARAKAT JATIGEDE
title_full STUDI KEPERCAYAAN MASYARAKAT JATIGEDE
title_fullStr STUDI KEPERCAYAAN MASYARAKAT JATIGEDE
title_full_unstemmed STUDI KEPERCAYAAN MASYARAKAT JATIGEDE
title_sort studi kepercayaan masyarakat jatigede
publisher Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
series Patanjala: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya
issn 2085-9937
2598-1242
publishDate 2014-06-01
description Abstrak Masyarakat Jatigede berada di wilayah administrasi Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat. Istilah “masyarakat Jatigede”  merupakan gabungan masyarakat 5 kecamatan yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede. Nama Jatigede diambil dari salah satu kecamatan dari kelima kecamatan yang terkena dampak. Wilayah ini berada di bawah perbukitan dengan bentuk permukaan yang cekung sehingga memenuhi syarat untuk dijadikan sebuah bendungan raksasa, waduk. Oleh karena posisinya berada di bawah  dengan permukaan yang cukup luas, daerah ini terkenal dengan kesuburannya, baik ditumbuhi dengan berbagai macam tumbuhan tropis maupun dengan tanaman padi yang hijau membentang luas.  Masyarakat Jatigede merupakan  masyarakat agraris yang kesehariannya dominan berkecimpung dalam pertanian, masyarakat ini dalam kehidupan sehari-harinya kental dengan budaya Sunda. Masyarakatnya sejak dulu sampai kini relatif memegang teguh warisan budaya karuhun (leluhur), mulai dari perilaku bertani, daur hidup, kesenian, perilaku berbahasa, dan sebagainya. Penelitian ini dibatasi pada kepercayaan masyarakat Jatigede yang tertuang dalam upacara pertanian, upacara daur hidup, dan ungkapan tradisional. Tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran tentang kepercayaan masyarakat Jatigede Kabupaten Sumedang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.   Abstract The Jatigede society is located under the administration region of Sumedang sub district West Java Province.  The term “Jatigede Society” is a combination of five sub districts which is affected by Waduk Jatigede.  The name of Jatigede is taken from one of the subdistrict name.  The territory is under the valley which have concave surface form and make it eligible to be used as a giant dam, reservoir.  Because of its position, the area is famous for its fertility, either overgrown with a variety of tropical plants or with stretches of green rice plants widely.  Jatigede community is predominantly agrarian society, daily engaged in agriculture, and their life is thick with Sundanese culture. Relatively, since the beginning until now this society upholds cultural heritage (ancestors), ranging from farming behavior, life cycle, arts, language behavior, and so on. This study is limited to Jatigede belief which formed in agricultural ceremonies, life cycle ceremonies, and traditional expressions. The purpose of the study is to get an overview of Jatigede Sumedang belief. This study uses descriptive qualitative approach.
topic kepercayaan, masyarakat jatigede, belief, jatigede society.
url http://ejurnalpatanjala.kemdikbud.go.id/patanjala/index.php/patanjala/article/view/197
work_keys_str_mv AT yuzarpurnama studikepercayaanmasyarakatjatigede
_version_ 1724606346233380864