ANALISIS JENIS MATERIAL TERHADAP JUMLAH KUAT SINYAL WIRELESS LAN MENGGUNAKAN METODE COST-231 MULTIWALL INDOOR

Perancangan coverage area WLAN indoor dapat menggunakan model propagasi COST-231 multiwall indoor. Model propagasi ini merupakan perhitungan dari simulasi seluruh dinding pada bidang vertikal antara transmitter dengan receiver,  yang mencakup perhitungan properti material dari masing-masing dinding....

Full description

Bibliographic Details
Main Author: Yusriel Ardian
Format: Article
Language:English
Published: Politeknik Negeri Bali 2017-12-01
Series:Matrix: Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
Online Access:http://ojs.pnb.ac.id/index.php/matrix/article/view/608
id doaj-e2d3296425d349159584bc23accbdc85
record_format Article
spelling doaj-e2d3296425d349159584bc23accbdc852020-11-24T21:52:07ZengPoliteknik Negeri BaliMatrix: Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika2088-284X2580-56302017-12-01736873608ANALISIS JENIS MATERIAL TERHADAP JUMLAH KUAT SINYAL WIRELESS LAN MENGGUNAKAN METODE COST-231 MULTIWALL INDOORYusriel Ardian0Universitas Kanjuruhan MalangPerancangan coverage area WLAN indoor dapat menggunakan model propagasi COST-231 multiwall indoor. Model propagasi ini merupakan perhitungan dari simulasi seluruh dinding pada bidang vertikal antara transmitter dengan receiver,  yang mencakup perhitungan properti material dari masing-masing dinding. Sesuai dengan kondisi di lapangan, model COST-231 akan menghasilkan penurunan kuat sinyal dengan bertambahnya dinding yang dilewati oleh sinyal. Pada setiap jaringan WLAN indoor pasti terdapat area blankspot, atau memiliki rata-rata kuat sinyal buruk di bawah -70 dBm. Oleh karena itu, untuk meningkatkan nilai rata-rata kuat sinyal pada coverage area WLAN indoor dapat digunakan perhitungan model COST-231 multiwall indoor. Perhitungan ini menggunakan variabel dinding antara transmitter dengan receiver. Oleh sebab itu,  hasil perhitungan coverage area WLAN indoor dapat menghasilkan kuat sinyal wireless di atas -70 dBm serta meningkatkan rata-rata kuat sinyal senilai 54,96 dBm.http://ojs.pnb.ac.id/index.php/matrix/article/view/608
collection DOAJ
language English
format Article
sources DOAJ
author Yusriel Ardian
spellingShingle Yusriel Ardian
ANALISIS JENIS MATERIAL TERHADAP JUMLAH KUAT SINYAL WIRELESS LAN MENGGUNAKAN METODE COST-231 MULTIWALL INDOOR
Matrix: Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
author_facet Yusriel Ardian
author_sort Yusriel Ardian
title ANALISIS JENIS MATERIAL TERHADAP JUMLAH KUAT SINYAL WIRELESS LAN MENGGUNAKAN METODE COST-231 MULTIWALL INDOOR
title_short ANALISIS JENIS MATERIAL TERHADAP JUMLAH KUAT SINYAL WIRELESS LAN MENGGUNAKAN METODE COST-231 MULTIWALL INDOOR
title_full ANALISIS JENIS MATERIAL TERHADAP JUMLAH KUAT SINYAL WIRELESS LAN MENGGUNAKAN METODE COST-231 MULTIWALL INDOOR
title_fullStr ANALISIS JENIS MATERIAL TERHADAP JUMLAH KUAT SINYAL WIRELESS LAN MENGGUNAKAN METODE COST-231 MULTIWALL INDOOR
title_full_unstemmed ANALISIS JENIS MATERIAL TERHADAP JUMLAH KUAT SINYAL WIRELESS LAN MENGGUNAKAN METODE COST-231 MULTIWALL INDOOR
title_sort analisis jenis material terhadap jumlah kuat sinyal wireless lan menggunakan metode cost-231 multiwall indoor
publisher Politeknik Negeri Bali
series Matrix: Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
issn 2088-284X
2580-5630
publishDate 2017-12-01
description Perancangan coverage area WLAN indoor dapat menggunakan model propagasi COST-231 multiwall indoor. Model propagasi ini merupakan perhitungan dari simulasi seluruh dinding pada bidang vertikal antara transmitter dengan receiver,  yang mencakup perhitungan properti material dari masing-masing dinding. Sesuai dengan kondisi di lapangan, model COST-231 akan menghasilkan penurunan kuat sinyal dengan bertambahnya dinding yang dilewati oleh sinyal. Pada setiap jaringan WLAN indoor pasti terdapat area blankspot, atau memiliki rata-rata kuat sinyal buruk di bawah -70 dBm. Oleh karena itu, untuk meningkatkan nilai rata-rata kuat sinyal pada coverage area WLAN indoor dapat digunakan perhitungan model COST-231 multiwall indoor. Perhitungan ini menggunakan variabel dinding antara transmitter dengan receiver. Oleh sebab itu,  hasil perhitungan coverage area WLAN indoor dapat menghasilkan kuat sinyal wireless di atas -70 dBm serta meningkatkan rata-rata kuat sinyal senilai 54,96 dBm.
url http://ojs.pnb.ac.id/index.php/matrix/article/view/608
work_keys_str_mv AT yusrielardian analisisjenismaterialterhadapjumlahkuatsinyalwirelesslanmenggunakanmetodecost231multiwallindoor
_version_ 1725876818733432832