Penentuan konsentrasi stainless steel 316L dan kobalt kromium remanium GM-800 pada uji GPMT

Concentration determination of stainless steel 316L and cobalt chromium remanium GM - 800 on GPMT test. Dentistry had used metals such as cobalt chromium and stainless steel in maxillofacial surgery, cardiovascular, and as a dental material. 316L stainless steel is austenistic stainless steel which...

Full description

Bibliographic Details
Main Authors: Ikmal Hafizi, W. Widjijono, Marsetyawan Heparis Nur Ekandaru Soesatyo
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Universitas Gadjah Mada 2016-12-01
Series:Majalah Kedokteran Gigi Indonesia
Subjects:
Online Access:https://jurnal.ugm.ac.id/mkgi/article/view/11386
id doaj-37a6cca9b7a64deeae67254119a7327d
record_format Article
spelling doaj-37a6cca9b7a64deeae67254119a7327d2020-11-24T23:23:05ZindUniversitas Gadjah MadaMajalah Kedokteran Gigi Indonesia2460-01642442-25762016-12-012312112710.22146/majkedgiind.1138617032Penentuan konsentrasi stainless steel 316L dan kobalt kromium remanium GM-800 pada uji GPMTIkmal Hafizi0W. Widjijono1Marsetyawan Heparis Nur Ekandaru Soesatyo2Pascasarjana Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, YogyakartaDepartemen Biomaterial, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, YogyakartaDepartemen Histologi dan Biologi Sel, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, YogyakartaConcentration determination of stainless steel 316L and cobalt chromium remanium GM - 800 on GPMT test. Dentistry had used metals such as cobalt chromium and stainless steel in maxillofacial surgery, cardiovascular, and as a dental material. 316L stainless steel is austenistic stainless steel which has low carbon composition to improve the corrosion resistance as well as the content of molybdenum in the material. Cobalt chromium (CoCr) is a cobaltbased alloy with a mixture of chromium. Density of a metal cobalt chromium alloy is about 8-9 g/cm3 that caused metal interference relatively mild. Remanium GM-800 is one type of a cobalt chromium alloy with the advantages of having high resistance to fracture and high modulus of elasticity. This study aims to determine the exact concentration used in 316L stainless steel and cobalt chromium GM-800 as the GPMT test material. Subjects were cobalt chromium Remanium GM-800 and 316L stainless steel concentration of 5%, 10%, 20%, 40% and 80%. Patch containing stainless steel or cobalt chromium paste was af xed for 24 hours each on three experimental animals, then the erythema and edema were observed using the Magnusson and Kligman scale. In the study, concentration of 5% is the concentration recommended for stainless steel 316L and cobalt chromium GM-800 as material in challenge phase GPMT test, while the concentration of 40% is the concentration recommended for stainless steel 316L and cobalt chromium GM-800 in the induction phase. ABSTRAK Dunia kedokteran gigi banyak menggunakan logam pada pembedahan maxillofacial, cardiovascular, dan sebagai material dental. Logam yang banyak digunakan antara lain adalah kobalt kromium dan stainless steel. Stainless steel 316L merupakan austenistic stainless steel yang memiliki komposisi karbon rendah sehingga dapat meningkatkan ketahanan terhadap korosi sama halnya dengan kandungan molybdenum pada material tersebut. Kobalt kromium (CoCr) adalah cobalt-based alloy dengan campuran chromium. Kepadatan (density) dari logam campur kobalt kromium adalah sekitar 8-9 gram/cm3 menyebabkan logam campur ini relatif sangat ringan. Remanium GM-800 merupakan salah satu jenis alloy kobalt kromium dengan kelebihan memiliki resistensi terhadap fraktur yang tinggi serta modulus elastisitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi tepat yang digunakan pada stainless steel 316L dan kobalt kromium GM-800 sebagai bahan uji GPMT. Subjek penelitian adalah kobalt kromium Remanium GM800 dan stainless steel 316L konsentrasi 5%, 10%, 20%, 40%, dan 80%. Patch berisi pasta stainless steel atau kobalt kromium ditempelkan selama 24 jam masing-masing pada 3 hewan coba, selanjutnya dilakukan observasi eritema dan edema dengan menggunakan skala Magnusson dan Kligman. Pada penelitian, konsentrasi 5% merupakan konsentrasi yang direkomendasikan untuk stainless steel 316L dan kobalt kromium GM-800 sebagai konsentrasi tahap challenge uji GPMT, sedangkan konsentrasi 40% merupakan konsentrasi yang direkomendasikan untuk logam stainless steel 316L dan kobalt kromium GM-800 tahap induksi.https://jurnal.ugm.ac.id/mkgi/article/view/11386GPMTtype IV of hypersensitivitycobalt chromium GM-800stainless steel 316L
collection DOAJ
language Indonesian
format Article
sources DOAJ
author Ikmal Hafizi
W. Widjijono
Marsetyawan Heparis Nur Ekandaru Soesatyo
spellingShingle Ikmal Hafizi
W. Widjijono
Marsetyawan Heparis Nur Ekandaru Soesatyo
Penentuan konsentrasi stainless steel 316L dan kobalt kromium remanium GM-800 pada uji GPMT
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia
GPMT
type IV of hypersensitivity
cobalt chromium GM-800
stainless steel 316L
author_facet Ikmal Hafizi
W. Widjijono
Marsetyawan Heparis Nur Ekandaru Soesatyo
author_sort Ikmal Hafizi
title Penentuan konsentrasi stainless steel 316L dan kobalt kromium remanium GM-800 pada uji GPMT
title_short Penentuan konsentrasi stainless steel 316L dan kobalt kromium remanium GM-800 pada uji GPMT
title_full Penentuan konsentrasi stainless steel 316L dan kobalt kromium remanium GM-800 pada uji GPMT
title_fullStr Penentuan konsentrasi stainless steel 316L dan kobalt kromium remanium GM-800 pada uji GPMT
title_full_unstemmed Penentuan konsentrasi stainless steel 316L dan kobalt kromium remanium GM-800 pada uji GPMT
title_sort penentuan konsentrasi stainless steel 316l dan kobalt kromium remanium gm-800 pada uji gpmt
publisher Universitas Gadjah Mada
series Majalah Kedokteran Gigi Indonesia
issn 2460-0164
2442-2576
publishDate 2016-12-01
description Concentration determination of stainless steel 316L and cobalt chromium remanium GM - 800 on GPMT test. Dentistry had used metals such as cobalt chromium and stainless steel in maxillofacial surgery, cardiovascular, and as a dental material. 316L stainless steel is austenistic stainless steel which has low carbon composition to improve the corrosion resistance as well as the content of molybdenum in the material. Cobalt chromium (CoCr) is a cobaltbased alloy with a mixture of chromium. Density of a metal cobalt chromium alloy is about 8-9 g/cm3 that caused metal interference relatively mild. Remanium GM-800 is one type of a cobalt chromium alloy with the advantages of having high resistance to fracture and high modulus of elasticity. This study aims to determine the exact concentration used in 316L stainless steel and cobalt chromium GM-800 as the GPMT test material. Subjects were cobalt chromium Remanium GM-800 and 316L stainless steel concentration of 5%, 10%, 20%, 40% and 80%. Patch containing stainless steel or cobalt chromium paste was af xed for 24 hours each on three experimental animals, then the erythema and edema were observed using the Magnusson and Kligman scale. In the study, concentration of 5% is the concentration recommended for stainless steel 316L and cobalt chromium GM-800 as material in challenge phase GPMT test, while the concentration of 40% is the concentration recommended for stainless steel 316L and cobalt chromium GM-800 in the induction phase. ABSTRAK Dunia kedokteran gigi banyak menggunakan logam pada pembedahan maxillofacial, cardiovascular, dan sebagai material dental. Logam yang banyak digunakan antara lain adalah kobalt kromium dan stainless steel. Stainless steel 316L merupakan austenistic stainless steel yang memiliki komposisi karbon rendah sehingga dapat meningkatkan ketahanan terhadap korosi sama halnya dengan kandungan molybdenum pada material tersebut. Kobalt kromium (CoCr) adalah cobalt-based alloy dengan campuran chromium. Kepadatan (density) dari logam campur kobalt kromium adalah sekitar 8-9 gram/cm3 menyebabkan logam campur ini relatif sangat ringan. Remanium GM-800 merupakan salah satu jenis alloy kobalt kromium dengan kelebihan memiliki resistensi terhadap fraktur yang tinggi serta modulus elastisitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi tepat yang digunakan pada stainless steel 316L dan kobalt kromium GM-800 sebagai bahan uji GPMT. Subjek penelitian adalah kobalt kromium Remanium GM800 dan stainless steel 316L konsentrasi 5%, 10%, 20%, 40%, dan 80%. Patch berisi pasta stainless steel atau kobalt kromium ditempelkan selama 24 jam masing-masing pada 3 hewan coba, selanjutnya dilakukan observasi eritema dan edema dengan menggunakan skala Magnusson dan Kligman. Pada penelitian, konsentrasi 5% merupakan konsentrasi yang direkomendasikan untuk stainless steel 316L dan kobalt kromium GM-800 sebagai konsentrasi tahap challenge uji GPMT, sedangkan konsentrasi 40% merupakan konsentrasi yang direkomendasikan untuk logam stainless steel 316L dan kobalt kromium GM-800 tahap induksi.
topic GPMT
type IV of hypersensitivity
cobalt chromium GM-800
stainless steel 316L
url https://jurnal.ugm.ac.id/mkgi/article/view/11386
work_keys_str_mv AT ikmalhafizi penentuankonsentrasistainlesssteel316ldankobaltkromiumremaniumgm800padaujigpmt
AT wwidjijono penentuankonsentrasistainlesssteel316ldankobaltkromiumremaniumgm800padaujigpmt
AT marsetyawanheparisnurekandarusoesatyo penentuankonsentrasistainlesssteel316ldankobaltkromiumremaniumgm800padaujigpmt
_version_ 1725565481464627200