MEMBUKA TABIR SUMPAH DALAM AL-QUR’AN (Studi Analisis Penafsiran ‘A’isyah Bint Al-Syati’ Tentang Ayat-Ayat Sumpah)

Abstract This study discusses al-Aqsam fi al-Qur'an (Interpretation of 'A'isyah bint al-Shati 'in Kitab al-Tafsir al-Baya ni li al -Qur'a al-Karim). This research conducted library research by using the hermeneutics, philology, sociology, historical, and psychological appro...

Full description

Bibliographic Details
Main Author: Muhammad Hasdin Has
Format: Article
Language:Indonesian
Published: IAIN Kendari 2016-01-01
Series:Al-Izzah
Online Access:http://ejournal.iainkendari.ac.id/al-izzah/article/view/453
id doaj-0d05550f403d48a2adbe76cb797f68ea
record_format Article
spelling doaj-0d05550f403d48a2adbe76cb797f68ea2020-11-25T00:34:36ZindIAIN KendariAl-Izzah1978-97262541-07172016-01-01112375410.31332/ai.v11i2.453453MEMBUKA TABIR SUMPAH DALAM AL-QUR’AN (Studi Analisis Penafsiran ‘A’isyah Bint Al-Syati’ Tentang Ayat-Ayat Sumpah)Muhammad Hasdin Has0Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN KendariAbstract This study discusses al-Aqsam fi al-Qur'an (Interpretation of 'A'isyah bint al-Shati 'in Kitab al-Tafsir al-Baya ni li al -Qur'a al-Karim). This research conducted library research by using the hermeneutics, philology, sociology, historical, and psychological approach. Results of this study conclude that curse in Tafsir al-Bayani is composed two aspects, the etymology and terminology. In terms of etymology, curse is true meaning and earnest pronounced by the reciter. As for the aspects of terminology, curse is a verse by way of sensory reasoning. It is diverting attention (la fitah) of something that can be felt (Hissi) to something abstract. The forms of curse are two, the oath with the letter wau al-qasam and vows with the letter la. The function of curse in al-Tafsir al-Bayani has shifted from its original function of which is to exalt or glorify oath object into a rhetorical aged in which aims to analogize between muqsam bih with Javab al-qasam. Keyword: curse, Bint Syati, interpretation.   Abstrak Tulisan ini membahas topik al-Aqsam fi al-Qur’an (Studi Penafsiran ‘A’isyah bint al-Syati’ dalam Kitab al-Tafsir al-Bayani li al-Qur’an al-Karim tentang Ayat-ayat sumpah). Untuk menjawab permasalahan pokok di atas maka dilakukan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan ilmu tafsir, filologi, sosiologi, historis, dan psikologis. Hasil Penelitian ini menyimpulkan: 1) Hakikat qasam dalam al-Tafsir al-Bayani terdiri dari dua aspek, yaitu etimologi dan terminologi. Dari segi etimologi qasam bermakna sumpah yang benar berbeda dengan kata half yang mengandung arti kebohongan sumpah dan ketidaksungguhan si pengucapnya. Secara terminologi, qasam adalah gaya bahasa dalam al-Qur’an yang menjelaskan makna sebuah ayat dengan cara penalaran indrawi yaitu pengalihan perhatian (lafitah) dari sesuatu yang dapat dirasakan (hissi) kepada sesuatu yang abstrak. 2) Bentuknya ada dua, yaitu sumpah dengan huruf wau al-qasam dan sumpah dengan huruf la. 3) Fungsi qasam dalam al-Tafsir al-Bayani telah beralih dari fungsi asalnya yakni untuk mengagungkan atau memuliakan objek sumpah menjadi sebuah retorika bayani yang bertujuan menganalogikan antara muqsam bih dengan jawab al-qasam. Keyword: Qasam, Bint Syati, tafsir.http://ejournal.iainkendari.ac.id/al-izzah/article/view/453
collection DOAJ
language Indonesian
format Article
sources DOAJ
author Muhammad Hasdin Has
spellingShingle Muhammad Hasdin Has
MEMBUKA TABIR SUMPAH DALAM AL-QUR’AN (Studi Analisis Penafsiran ‘A’isyah Bint Al-Syati’ Tentang Ayat-Ayat Sumpah)
Al-Izzah
author_facet Muhammad Hasdin Has
author_sort Muhammad Hasdin Has
title MEMBUKA TABIR SUMPAH DALAM AL-QUR’AN (Studi Analisis Penafsiran ‘A’isyah Bint Al-Syati’ Tentang Ayat-Ayat Sumpah)
title_short MEMBUKA TABIR SUMPAH DALAM AL-QUR’AN (Studi Analisis Penafsiran ‘A’isyah Bint Al-Syati’ Tentang Ayat-Ayat Sumpah)
title_full MEMBUKA TABIR SUMPAH DALAM AL-QUR’AN (Studi Analisis Penafsiran ‘A’isyah Bint Al-Syati’ Tentang Ayat-Ayat Sumpah)
title_fullStr MEMBUKA TABIR SUMPAH DALAM AL-QUR’AN (Studi Analisis Penafsiran ‘A’isyah Bint Al-Syati’ Tentang Ayat-Ayat Sumpah)
title_full_unstemmed MEMBUKA TABIR SUMPAH DALAM AL-QUR’AN (Studi Analisis Penafsiran ‘A’isyah Bint Al-Syati’ Tentang Ayat-Ayat Sumpah)
title_sort membuka tabir sumpah dalam al-qur’an (studi analisis penafsiran ‘a’isyah bint al-syati’ tentang ayat-ayat sumpah)
publisher IAIN Kendari
series Al-Izzah
issn 1978-9726
2541-0717
publishDate 2016-01-01
description Abstract This study discusses al-Aqsam fi al-Qur'an (Interpretation of 'A'isyah bint al-Shati 'in Kitab al-Tafsir al-Baya ni li al -Qur'a al-Karim). This research conducted library research by using the hermeneutics, philology, sociology, historical, and psychological approach. Results of this study conclude that curse in Tafsir al-Bayani is composed two aspects, the etymology and terminology. In terms of etymology, curse is true meaning and earnest pronounced by the reciter. As for the aspects of terminology, curse is a verse by way of sensory reasoning. It is diverting attention (la fitah) of something that can be felt (Hissi) to something abstract. The forms of curse are two, the oath with the letter wau al-qasam and vows with the letter la. The function of curse in al-Tafsir al-Bayani has shifted from its original function of which is to exalt or glorify oath object into a rhetorical aged in which aims to analogize between muqsam bih with Javab al-qasam. Keyword: curse, Bint Syati, interpretation.   Abstrak Tulisan ini membahas topik al-Aqsam fi al-Qur’an (Studi Penafsiran ‘A’isyah bint al-Syati’ dalam Kitab al-Tafsir al-Bayani li al-Qur’an al-Karim tentang Ayat-ayat sumpah). Untuk menjawab permasalahan pokok di atas maka dilakukan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan ilmu tafsir, filologi, sosiologi, historis, dan psikologis. Hasil Penelitian ini menyimpulkan: 1) Hakikat qasam dalam al-Tafsir al-Bayani terdiri dari dua aspek, yaitu etimologi dan terminologi. Dari segi etimologi qasam bermakna sumpah yang benar berbeda dengan kata half yang mengandung arti kebohongan sumpah dan ketidaksungguhan si pengucapnya. Secara terminologi, qasam adalah gaya bahasa dalam al-Qur’an yang menjelaskan makna sebuah ayat dengan cara penalaran indrawi yaitu pengalihan perhatian (lafitah) dari sesuatu yang dapat dirasakan (hissi) kepada sesuatu yang abstrak. 2) Bentuknya ada dua, yaitu sumpah dengan huruf wau al-qasam dan sumpah dengan huruf la. 3) Fungsi qasam dalam al-Tafsir al-Bayani telah beralih dari fungsi asalnya yakni untuk mengagungkan atau memuliakan objek sumpah menjadi sebuah retorika bayani yang bertujuan menganalogikan antara muqsam bih dengan jawab al-qasam. Keyword: Qasam, Bint Syati, tafsir.
url http://ejournal.iainkendari.ac.id/al-izzah/article/view/453
work_keys_str_mv AT muhammadhasdinhas membukatabirsumpahdalamalquranstudianalisispenafsiranaisyahbintalsyatitentangayatayatsumpah
_version_ 1725312633725255680